Barong Osing dari Banyuwangi Meriahkan Museumsuferfest 2015

Jakarta, Kemendikbud — Barong Osing Banyuwangi sudah memperkenalkan diri kepada publik Eropa. Mereka tampil di pembukaan Museumsuferfest 2015 pada Jumat, 28 Agustus 2015. Para pengunjung antusias melihat penampilan Barong Osing di panggung Indonesia ini. Beberapa pengunjung bahkan diundang ke panggung untuk menari bersama.

Komite Pertunjukan, Pameran dan Seminar (KPPS) dari Komite Nasional Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015 yang dipimpin Slamet Rahardjo, memutuskan membawa dan menampilkan kesenian dari Banyuwangi ini. Endo Suanda, ahli etnomusikologi dan seni pertunjukan Indonesia, yang juga anggota KPPS, menerangkan argumentasinya mengapa Barong Osing yang dibawa: karena barong Osing tak dikenal dunia.

“Barong Bali semua tahu. Saman yang rampak makin memasyarakat, tari-tari Minang sering jadi sumber untuk koreografi baru yang mutakhir, tari Jawa banyak dipelajari, diteliti, dan ditulis orang asing, tapi tidak dengan Barong Banyuwangi,” ujar Endo.

Ia bercerita bahwa Barong Banyuwangi sangat menarik. Presentasinya aktual. Barong Osing, kata Endo, merupakan pengejewantahan dari komponen yang Hindu dan yang Islam dan ditampilkan secara kolosal, melibatkan banyak orang dan masyarakat, diarak, dan dapat ditampilkan dalam bentuk parade.

“Seni dan budaya itu tak ada yang eksklusif. Jawa yang dipengaruhi oleh India mengalami proses panjang, kita adalah bagian dari dinamika global,” tutur Endo. (Desliana Maulipaksi/ Sumber: Komite Nasional Indonesia sebagai Tamu Kehormatan Frankfurt Book Fair 2015)

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/

admin

Website Resmi SMA Negeri 1 Baturetno, Wonogiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *