Memotivasi Belajar Fisika Siswa


Memotivasi Belajar Fisika Siswa

Awal tahun pelajaran sudah berjalan sebulan, Pada 3 Agustus 2018 lalu ketika bel jam pertama berbunyi saya masuk kelas sesuai jadwal. Saya masuk kelas XI MIPA 4. Para siswa menunggu dan duduk rapi di tempatnya masing-masing. Sesuai program pendidikan karakter di sekolah kami, tiap pagi menyanyikan lagu Indonesia Raya yang di pimpin oleh siswa sesuai dengan urutan absen.

Setelah selesai bernyanyi, saya kondisikan kelas untuk memulai pelajaran fisika. Apa yang terjadi? Mereka tertunduk lesu juga ada sebagian yang kelihatan galau, entah apa yang dipikirkan. Kalau boleh memilih tentunya sebagian dari mereka pasti menginginkan jam kosong pelajaran fisika.

Mungkin berharapan guru piket memberikan tugas sehingga bisa dikerjakan “ bergotong royong”. Ketika siswa diberikan tugas fisika secara mandiri, siswa ogah-ogahan mengerjakan, tetapi jika diberikan tugas secara berkelompok mereka senang.

Siswa zaman sekarang lebih pada praktis dan yang terpenting bagi siswa adalah  mengumpulkan  tugas tanpa harus memahami. Mata  pelajaran fisika sudah dikenalkan ketika mereka masuk jenjang SMP. Nah, ketika mereka di SMP tertanam di benak mereka bahwa fisika merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena dan gejala alam secara empiris, logis, sistematis dan rasional yang melibatkan proses dan sikap ilmiah.

Hal-hal tersebutlah yang bisa membuat anak “grogi” dalam belajar fisika. Anehnya, sampai sekarang sebagian anak  konsep tersebut masih dibawa sampai jenjang SMA. Mengatasi kejenuhan siswa dalam belajar fisika sebenarnya sederhana

Siswa zaman millenial seperti sekarang akan tertantang jika dikenalkan dengan materi, teori, prinsip dan hukum-hukum fisika yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga akan lebih termotivasi untuk melakukan eksperimen atau praktik di dalam ruangan atau di alam bebas.

Sebenarnya “Alam iki sejatining Guru” yang dapat kita bedah untuk diambil contoh dan nilai-nilai kaitannya dengan pelajaran fisika. Tidak bisa kita pungkiri, minat belajar siswa dalam mengikuti pelajaran fisika di sekolah tidak seperti mengikuti pelajaran lainnya.

Kebanyakan siswa merasa sulit memahami konsep dan prinsip fisika. Hal ini berdampak pada rendahnya minat siswa untuk belajar fisika. Jika anak tidak menyukai pelajaran fisika, dapat berdampak pula pada sikap siswa terhadap guru fisikanya.

Banyak siswa memberi julukan pada guru fisika adalah “guru killer”. Guru fisika yang kurang disukai oleh siswanya yang membuat kegagalan siswa dalam belajar fisika. Nilai fisika yang buruk menempatkan guru sebagai penyebab kegagalan.

Sikap dan nilai siswa akan sangat berbeda pada guru kesenian atau olah raga misalnya. Pelajaran yang menjadi favorit bagi kebanyakan siswa menjadikan siswa lebih termotivasi untuk belajar. Masalah ini merupakan salah satu masalah klasik yang sering dijumpai oleh para guru fisika di sekolah di mana saja.

Motivasi belajar siswa  yang rendah menyebabkan mereka tidak optimal dalam belajar di kelas. Peran guru fisika sebagai motivator dalam belajar mengajar di kelas perlu dilakukan dan dioptimalkan. Materi fisika yang memerlukan analisis dan pemahaman, akan membutuhkan motivasi belajar yang kuat dan berkelanjutan.

Faktor-faktor penyebab rendahnya motivasi dan berbagai cara yang dapat diterapkan di kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa perlu dianalisis. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa.

Pertama, metode mengajar guru yang monoton dan  tidak menyenangkan akan mempengaruhi motivasi belajar siswa. Kedua, tujuan kurikulum tidak disampaikan ketika awal pembelajaran. Ketiga, latar belakang ekonomi dan sosial budaya siswa.

Keempat, kemajuan teknologi dan informasi. Kelima, siswa merasa kurang mampu terhadap mata pelajaran tertentu, seperti fisika. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran fisika. Selain guru harus menciptakan iklim belajar yang terbuka dan positif dengan menitikberatkan pada kebutuhan siswa saat ini. Membuat siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran dan mengaitkan pembelajaran fisika dengan kehidupan sehari-hari, terutama aspek ketrampilan khususnya praktik di lapangan bebas yang dapat menumbuhkan semangat belajar fisika.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa guru dalam pembelajaran perlu menggunakan berbagai cara dalam meningkatkan motivasi siswa untuk belajar fisika melalui berbagai pendekatan yang sesuai pokok bahasan dengan memperhatikan perkembangan siswa. belajar mengajar. Pemahaman terhadap berbagai pendekatan motivasi belajar dapat membantu guru dalam memotivasi siswa dan memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar di kelas.

Oleh: Untoro Adi Aristina, S.Pd.

Guru Fisika SMAN 1 Baturetno, Wonogiri

*Pernah dimuat di Solopos, 15 Agustus 2018

Bagikan info:

admin

Website Resmi SMA Negeri 1 Baturetno, Wonogiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *