Mengulik Proses Pembuatan Brownies Krokot Kukus (Brokotkus)


Wilayah Baturetno merupakan salah satu wilayah dengan tanah yang subur di Kabupaten Wonogiri. Tanah yang subur ini memudahkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Tidak hanya tanaman yang bermanfaat namun juga tumbuhan gulma.. Bahkan biasanya pertumbuhan gulma ini lebih banyak dibandingkan tanaman lainnya. Salah satu tanaman gulma yang seing kita temui adalah krokot(portulaca oleacea) yang memiliki batang berbentuk bulat, tumbuh di atas tanah tanpa mengeluarkan akar. Tanaman ini tumbah liar di lingkungan kita namun dianggap tanaman liar yang menganggu.


Berawal dari melihat tanaman krokot yang tumbuh subur dan kurang dimanfaatkan mendorong empat siswa SMA Negeri 1 Baturetno Wonogiri membuat produk inovatif dengan memanfaatkan tumbuhan krokot. Awalnya mereka mencoba mencari sumber dari internet tentang manfaat kokot dan jenis olahan yang memungkinkan untuk dikembangkan.Di tangan Arum Qurrota, Devit Irawan, Fethi Fidi Astuti dan Rieny Riantika P tumbuhan ini kemudian diolah menjadi brownies kaya manfaat.


Tanaman krokot memiliki kandungan nutrisi baik yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Faktanya tanamn krokot mengandung asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan. Krokot dapat dimanfaatkan untuk menurunkan berat badan, mengatasi masalah pencernaan, mendukung perkembangan anak, mencegah kanker serta meningkatkan kesehatan mata.

Arum dengan tim kemudian memiliki ide untuk membuat brownies krokot agar agar tidak hanya orang dewasa saja yang dapat mengkonsumsinya namun juga anak-anak. Tantangan terberat dalam pembuatan produk ini adalah mengeringkan krokot yang membutuhkan waktu cukup lama untuk menjemurnya. Setelah melalui berbagai penelitian dan uji coba akhirnya mereka menemukan formula yang pas dan tepat. Produk tersebut kemudian diberi label “Brokotkus”

Proses pembuatan brownies tersebut meliputi beberapa tahap, diantaranya:

  1. Telur, gula pasir, pengembang kue, dan garam dicampur mengunakan mixer hingga mengembang.
  2. Setelah cukup mengembang, tambahkan campuran tepung terigu, cokelat bubuk, dan krokot.
  3. Tunggu beberapa saat, lalu ditambah mentega dan susu cokelat bubuk. Campur hingga kalis dan rata.
  4. Olesi loyang dengan mentega
  5. Masukan adonan kedalam loyang lalu kukus dengan tutup diselimuti dengan serbet bersih supaya agar air tidak turun dan membasahi adonan.
  6. Beri keju diatas brownies untuk topingnya.
  7. Kukus selama 30 menit.
  8. Angkat dan Brokotkus siap disajikan.

Menurut Arum dan tim, hasil penelitian siswa ini telah diikutkan dalam ajang Kreanova tingkat kabupaten dan memperoleh pembiayaan serta pendampingan dalam produksinya oleh Bapeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri. Saat ini brokotkus hanya bisa bertahan selama 3 hari suhu rungan dan.Brownies krokot saat ini dipasarkan melalui media sosial instagram dengan akun”kronisbysmansaba”.
Oleh : Widya Pusparingga,S.Pd. & Arum Wulandari, S. Si.

Bagikan info:

admin

Website Resmi SMA Negeri 1 Baturetno, Wonogiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *