Mengulik Sejarah melalui Komik Digital


Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya


Seperti peribahasa ‘tak kenal maka tak sayang,’ generasi muda perli mengenal lebih banyak sejarah Bangsa Indonesia. Harapannya setelah membaca, akan tumbuh rasa kagum dan bangga dalam diri anak-anak terhadap perjuangan pahlawannya. Rasa kagum dan bangga jika dipupuk dengan baik, akan tumbuh menjadi rasa nasionalisme dan cinta budaya yang kuat. Sayangnya, belum banyak buku-buku sejarah yang dikemas menarik dan menyajikan sejarah lokal secara terperinci. Sebagian besar masih berbentuk buku tebal penuh teks, dengan bahasa yang cukup sulit dimengerti dan cenderung membosankan.


UNESCO menyebutkan Indonesia menempati urutan kedua dari bawah mengenai literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1.000 orang Indonesia, hanyalah 1 orang yang rajin membaca.


Fakta berikutnya, 60 juta penduduk Indonesia memiliki gadget sehingga Indonesia menjadi urutan kelima dunia terbanyak kepemilikan gadget. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Ironisnya, meski minat baca buku rendah, tapi data wearesocial per Januari 2017 mengungkap orang Indonesia bisa menatap layar gadget kurang lebih 9 jam sehari.


Stakeholder yang berperan dalam penyampaian sejarah ini diantaranya adalah pakar sejarah,praktisi pendidikan serta guru. Jika bersentuhan langsung dengan generasi muda maka guru adalah komunikator yang berhadapan langsung dengan siswa. Masalah utama para guru dan praktisi pendidikan ialah bagaimana cara mengelola pembelajaran yang efektif, artinya menciptakan kondisi agar siswa dapat belajar sejarah dengan mudah.Salah satu diantaranya pemanfaatan media komik digital.


Pengertian komik digital menurut Lamb & Johnson (2009) merupakan komik sederhana yang disajikan dalam media elektronik tertentu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa komik digital merupakan suatu bentuk cerita bergambar dengan tokoh karakter tertentu yang menyajikan informasi atau pesan melalui media elektronik.

Dalam pembuatannya komik digital sejarah ini tidaklah sulit jika hanya menyajikan iustrasi yang sederhana. Beberapa aplikasi dapat digunakan siswa untuk membuat komik ini yaknni aplikasi Comicter, Comic strip it, dan Bitstrips. Tutorial pembuatannya bisa dengan mudah ditemukan di Youtube.

Salah satu komik digital sejarah lokal yang telah dibuat oleh siswa SMA Negei 1 Baturetno adalah komik digital milik Ramzani Lutfi Syarifah. Komik digital ini menyajikan sejarah Masjib Tiban Wonokerso di Kecamatan Baturetno. Pembuaatan komik digital ini dilakukan mulai dari observasi dan wawancara kepada informan yang mengetahui detail sejarah lokasi. Langkah kedua adalah membuat narasi singkat sejarah lokal dan yang terakhir adalah penggunaan aplikasi untuk membuat komik. Komik digital ini dapat diakses di akun instagram wijigiri_.

Sumber: akun instagram “wijigiri

Penyajian komik yang berbasis elektronik memungkinkan guru dapat membuat cerita komik lebih menarik dengan menambahkan unsur animasi dalam penyajiannya. Bagi siswa tentu pembelajaran akan lebih menyenangkan dan merangsang perkembangan otak dengan adanya animasi berwarna. 

Oleh : Widya Pusparingga,S.Pd. & Arum Wulandari, S. Si.

Bagikan info:

admin

Website Resmi SMA Negeri 1 Baturetno, Wonogiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *